Kamis, 03 November 2011

Aplikasi SPSS Dalam Psikologi

Kemampuan statistik merupakan salah satu syarat untuk para calon psikolog. Berkaitan dengan kemampuan skoring dan pengolahan data dalam suatu penelitian. Hal ini berarti para mahasiswa dalam bidang yang berkaitan (dalam konteks ini psikologi) harus mampu dalam perhitungan statistik guna melengkapi syarat skripsi maupun penelitian terutama yang menggunakan metode kuantitatif. Dahulu semua kegiatan ini dilakukan secara manual, namun sekarang telah dibuat program khusus untuk perhitungan statistik yang dinamakan SPSS (Statistical Product And Service Solution) yang memiliki berbagai macam software yang bersifat umum maupun spesifik yang dibuat guna memudahkan dalam penggunaannya berkaitan dengan perhitungan statistik.

Spss pertama dikembangkan pada tahun 1960 sebagai perangkat lunak statistik. Dan pada tahun 1984 dikembangkan Spss untuk PC (Personal Computer) atau yang disebut dengan SPSS/PC. Dan untuk seri windows nya sendiri baru dikembangan pada awal tahun 90an tepatnya 1992. Dan terus berkembang hingga saat ini seri yang terbaru 16.0.

Tujuan SPSS
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa program ini dibuat dengan berbagai macam perintah yang umum maupun spesifik, guna memudahkan individu dalam perhitungan maupun pemrosesan data mentah statistik secara cepat dengan akurasi yang baik.

Cara Kerja SPSS
Cara kerja SPSS secara garis besar hanya terbagi atas 3 cara: Pemasukan data (input) - Pemrosesan - dan akan keluar hasil atau sering kita sebut dengan output.
Namun berikut akan diberikan gambaran secara garis besar tentang bagaimana cara SPSS bekerja.
  1. Pemasukan Data (Input) : Langkah awal dalam pengoprasian SPSS adalah pemasukan data atau input. Masukan data dalam lembar kerja dengan memberikan nama kolom dan baris yang tertulis secara otomatis
  2. Proses: Pemrosesan adalah langkah yang paling panjang dan rumit jika dijabarkan satu persatu. Seperti yang dijlaskan sebelumnya bahwa hanya akan disajikan gambaran secara garis besar atau bersifat umum, bukan hal yang dijelaskan secara spesifik. Intinya adalah kita memilih metode analisis setelah langkah pertama atau pemasukan data dilakuakan. Metode analisis ada berbagai macam antara lain ANOVA, Regresi linier, Korelasi, Analisis Faktor, T-test dsb.
  3. Hasil (output): Hasil pemrosesan adalah data jadi baik berupa angka yang telah terproses maupun diagram, baik batang, pie, maupun yang lainnya.
 Kelebihan dan Kekurangan SPSS
Kelebihan
  • Spss mampu mengakses data dari berbagai macam format data yang tersedia seperti dBASE, Lotus, Text file, dsb. Sehingga data yang sudah ada tidak perlu repot-repot dipindahkan formatnya dan langsung bisa dianalisis atau di proses oleh SPSS
  • SPSS memberikan informasi lebih akurat dengan memperlakukan missing data secara tepat. Contohnya dengan memberikan kode alasan mengapa data tersebut kosong atau memang harus dilompati atau yang lainnya.
  • SPSS mampu merangkum data dalam format tabel multidimensi (crosstabs), yaitu beberapa field ditabulasikan secara bersama
 Dan masih banyak lagi kelebihan SPSS, dan dari semua kelebihan SPSS yang paling menyenangkan adalah program ini sangat Frindly User atau pengguna tidak perlu belajar tentang bahasa pemprograman (mudah digunakan)

Kekurangan
Setiap hal pasti memiliki kekurangan maupun kelebihan. Tak terlepas dari program SPSS. Kekurangan yang dimiliki SPSS antara lain adalah:
  • Walaupun friendly user namun program ini tetap tergolong rumit, pengguna program ini minimal harus mengetahui dasar dari ilmu statistik untuk bisa menjalani program ini. Sehingga tidak mengherankan banyak seminar atau pelatihan-pelatihan yang khusus diadakan untuk program SPSS.
  • SPSS tergolong memiliki perkembangan yang cepat. Sehingga kadang tampilan secara fisik berbeda dengan SPSS yang lama dan user harus beradaptasi kembali dengan sistem yang baru. Dan efek lainnya adalah user harus pintar-pintar memilih seri SPSS yang tepat untuk komputernya. 
Manfaat SPSS
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa SPSS membantu pengguna dalam memproses data mentah statistik. Program ini telah dipakai diberbagai ilmu seperti jurnalistik, keuangan, psikologi, ekonomi, akuntansi dan lain sebagainya. Karna SPSS juga bisa melakukan analisis terhadap data yang bersifat kulitatif dengan cara mengkuantifikasikan terlebih dahulu. Tidak heran bahwa mahasiswa dalam bidang yang berkaitan sangat membutuhkan program ini.


Referensi:
  • http://getmyhope.wordpress.com/2011/11/03/aplikasi-spss-dalam-bidang-psikologi/
  • http://panduanskripsi.com/kelebihan-dan-manfaat-olah-data-spss-dalam-berbagai-bidang/
  • http://www.docstoc.com/docs/27643977/LANGKAH-LANGKAH-SPSS
  • http://spss-2010.blogspot.com/2010/06/kelebihan-spss.html
  • http://www.scribd.com/doc/46919940/27/Sejarah-SPSS

    Rabu, 21 September 2011

    Dampak Negatif Dalam Penggunaan Internet Terhadap Psikologi Seseorang

       Internet seperti posting saya sebelumnya menjelaskan bahwa memiliki banyak kegunaan. Tidak hanya fungsi yang berkaitan dengan fisik, namun juga kaitannya dengan psikologi seseorang.

       Posting saya berikut akan menjelaskan tentang dampak negatif dari penggunaan internet. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap hal memiliki sisi positif maupun negatif didalamnya. Hal tersebut tidak terkecuali bagi penggunaan internet.

       Banyak dampak positif, namun tidak sedikit dampak negatif yang dihasilkan. Salah satu yang marak adalah pornografi dan lain sebagainya. Namun disini saya akan lebih banyak memaparkan dampak internet terhadap psikologis seseorang.

       Penggunaan internet secara berlebihan atau penggunaan yang tidak terkontrol merupakan salah satu penyebab nya. Contohnya saja munculnya adiksi atau ketergantungan terhadap internet yang dampaknya dapat merambat ke segala bidang psikologis seperti kecemasan. Saat seseorang mulai terbiasa dan menggunakan internet secara terus menerus dan tak terkendali, maka bukanlah keanehan saat diwaktu ia tidak dapat menggunakan nya kecemasan pun muncul. Sehingga seorang adiksi internet dapat seharian didepan komputer dan melakukan kontak sosial yang minim atau bahkan tidak sama sekali dengan dunia nyatanya.

       Efek dari kecanduan ini pun dapat bersifat seperti domino atau rantai yang saling berkaitan. Jika ditinjau dari sisi fisik. Internet dibuat tujuannya untuk memberikan kemudahan, namun internet juga merancang manusia untuk membatasi ruang gerak atau kegiatan fisiknya sehingga mengganggu keseimbangan hormonal maupun metabolisme yang membawanya kepada obesitas.

       Dampak nya lebih jauh, tidak sedikit orang yang justru terisolasi dari lingkungan sehingga muncul lah efek berikutnya berupa depresi.

       Dampak lainnya dapat kita lihat dari sudut pandang emosi dan sosial. Menurut dr. Seto Mulyadi dalam suatu seminar menyatakan bahwa pada remaja, perkembangan emosi tidak lepas dari interaksinya dengan lingkungan sosial. Bila lingkungan sosial yang ada di sekeliling remaja berupa lingkungan sosial yang “virtual” dan tidak pada kenyataannya, maka perkembangan emosi remaja juga cenderung tidak adekuat karena umpan balik dari lingkungan virtual dapat diatur sesuai kehendak individu sedangkan umpanbalik dari lingkungan nyata belum tentu sesuai dengan kehendak individu. Sehingga individu harus mengembangkan keterampilan sosial dan emosi untuk mengatasinya.

       Sehingga tidak benar pendapat, bahwa tidak ada bedanya antara bersosialisasi dalam jejaring sosial dengan dunia nyata.

       Kesimpulan dari postingan saya adalah segala sesuatu, tidak hanya penggunaan internet dapat memberikan efek buruk saat hal tersebut berubah dari sekedar memakai menjadi suatu kebutuhan yang bersifat ketergantungan. Saat sesuatu hal yang positif berubah menjadi suatu yang adiksi maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut merubah bentuk menjadi hal yang merusak.

    Sumber Referensi:
    Mulyadi. Seto., Dampak internet pada perkembangan remaja. 2011.Gunadarma Depok. Link:
    http://seminar.gunadarma.ac.id/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=134&Itemid=34

    Selasa, 20 September 2011

    Kegunaan Internet Dalam Kegiatan Sehari-hari

       Di zaman yang serba modern ini, sudah lah tidak asing ditelinga kita tentang Internet. Bahkan diantara kita pastinya juga telah menggunakan Internet dengan tujuan tertentu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang kegunaan internet atau yang sering kita sebut dengan dampak positif, akan lebih baik jika kita membahas apa itu internet?

       Internet bukanlah sebuah singkatan, sehingga tidak ada definisi yang baku mengenai internet. Namun sebagai gambaran umum, internet adalah suatu jaringan komputer global terbentuk dari jaringan-jaringan lokal dan regional, yang dimana memungkinkan komunikasi atau interaksi timbal balik data antar komputer-komputer yang terhubung.

       Lebih jauh tentang kegunaan internet itu sendiri, sebetulnya positif dan negatif dari penggunaan internet tergantung dari masing-masing individu. Adapun dampak negatif dari internet yang akan dibahas di postingan saya berikutnya.
    Internet dewasa ini sangat memberikan kemudahan-kemudahan bagi seseorang, maupun kelompok dalam banyak hal. Contoh kasus nya saja dalam bidang sosial, seperti hadirnya Facebook atau sering kita sebut FB sebagai sarana menjaga tali silahturahmi antar teman, keluarga, teman lama dan lain sebagainya. Namun apa internet hanya sebatas dengan penggunaan FB atau jejaring sosial sejenis?

    Jawaban tentu tidak...
       Contohnya saja dalam bidang pendidikan. Dengan adanya internet dapat memudahkan siswa maupun mahasiswa dalam pencarian informasi tentang materi palejaran atau mata kuliah yang sedang mereka dalami, atau mencari bahan untuk membuat makalah maupun tugas-tugas.

       Dalam bidang lain contohnya Marketing: Internet dalam bidang pemasaran atau marketing sekarang ini bahkan lebih menjamur, seperti hadirnya online shoping dimana diberikan kemudahan bagi para konsumennya untuk belanja berbagai macam barang TANPA keluar dari rumah. Tinggal "klik", kirim sejumlah uang, dan barang sampai ditempat.

       Dalam bidang budaya: Kurang lebih mirip dengan kegunaan dalam bidang pendidikan. Intinya adalah terjadi suatu perolehan informasi baru dari negara lain, yang artinya memungkinkan kita untuk belajar kebudayaan negara lain. Contohnya saja melihat baju tradisional negara Belanda, atau Italia. Tempat wisata di negara-negara tertentu bahkan belajar bahasa dari negara-negara tertentu.

       Adapun kegunaan-kegunaan lain seperti kesehatan dimana seseorang dapat mencari informasi bahkan ada beberapa profesiional yang membuka suatu konsultasi atau tanya jawab gratis. Kegunaan dalam bidang refreshing, seperti munculnya Game Online yang dimana pemainnya dapat bertemu pemain lain dari daerah yang berbeda. Dan adapun web tertentu yang memungkinkan penggunanya dapat melihat video musik terkini.

       Bisa dilihat internet memiliki banyak sekali kegunaan, baik dalam material seperti marketing dan lain sebagainya. Namun juga dalam bidang psikologi, yang memungkinkan pengguna nya dalam melepas penat sehingga tidak menimbulkan stress pada diri. Dan yang seperti kita tahu bahwa efek dari stress terhadap diri tidak hanya terbatas pada mental namun juga berakibat kepada fisik, seperti menimbulkan sakit kepala, gangguan pencernaan, yang lebih jauh dapat menimbulkan gangguan gangguan konsentrasi baik dalam pekerjaan maupun dalam hal pembelajaran.

    Sumber Referensi:
    Anonim, Pengantar Internet, 2006. Lepkom Gunadarma.

    Sejarah Internet dan Komponen yang Dibutuhkan.

    1. Jelaskan tentang sejarah internet.
        Berbeda dengan penggunaan internet pada dewasa sekarang ini. Dizaman awal, internet adalah suatu alat atau rencana dari Depertemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1960an. Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET atau Advanced Research Projects Agency Network. 
        Karena suatu alasan tertentu maka US meminta bantuan Universitas - universitas terkenal di negara tersebut untuk menghubungkan 4 komputer di setiap lokasi di universitas yang bersangkutan. Diluar dugaan ternyata perkembangan ARPANET dapat dibilang pesat. Bahkan telah dapat menghubungkan lebih dari 100 mainframe komputer dan saat ini terdapat sekitar 4 juta host jaringan yang terhubung pada jaringan ini.
        Karena banyaknya komputer yang terhubung maka tidak dapat diketahui jumlah pastinya, dikarenakan perkembangan komputer yang pesat dan semakin membesar jumlahnya.
        Karena perkembangannya yang sangat pesat dan semakin banyaknya komputer dan jaringan-jaringan regional yang terhubung, maka tidak lagi dapat disebut sebagai ARPANET. Konsep ini lalu berkembang menjadi internetworking. Dan semakin popular sehingga orang-orang menyebutnya internet.

    2. Komponen apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi internet?
        Untuk mengakses internet kita tidak bisa begitu saja menggunakannya. Sama seperti memasak, kita membutuhkan bahan dan alat-alat untuk membuat masakan yang sempurna. Ada komponen-komponen yang harus dipenuhi sebelum kita melakukan konfigurasi internet, antara lain:
    • Seperangkat komputer, misal PC atau laptop
    • Modem yang sesuai dengan perangkat komputer, contoh dengan kecepatan kpbs tertentu.
    • Saluran telephon yang memiliki kualitas suara yang baik.
    • Software komunikasi dan protokol TCP/IP
    • Menjadi anggota dari suatu ISP
    • Software aplikasi Internet, contohnya Web Browser, Mail, FTP, dan lain sebagainya.

    Sumber Referensi:

    Anonim. Pengantar Internet. 2006. Lepkom Gunadarma.